Senin, 04 April 2011

Cara Menghilangkan Keringat Berlebihan

MEMPERKENALKAN

  MAXIM


Cara Menghilangkan Keringat Berlebihan
BERKERINGAT adalah fenomena alamiah yang diperlukan untuk pengaturan suhu tubuh secara individual. Pengeluaran keringat dimediasi oleh sistem saraf vegetatif (sistem saraf simpatis sIstem saraf otonom / di luar kendali kita).
Pada beberapa individu (sekitar 1% dari populasi) sistem ini bekerja secara berlebihan, jauh lebih tinggi dari kebutuhan untuk menjaga suhu tubuh yang konstan. kondisi inilah yang dinamakan hyperhidrosis.
Meski penyebab hyperhidrosis banyak, penyebab primer sampai sekarang masih belum diketahui sedangkan penyebab sekunder bisa karena keadaan anxiety (cemas), obesity (kegemukan) dan tekanan psikologis.
Gejala Hyperhidrosis

Gejala hyperhidrosis meliputi keringat berlebihan sampai kelihatan menetes, bau khas bersamaan dengan keringat, keringat berlebihan juga akan mengakibatkan flek/warna pada pakaian, akan menimbul kan rasa rendah diri dalam pergaulan sosial.
Apabila keringat berlebihan ini disertai dengan bau tubuh yang tidak enak disebut bromhidrosis. Hyperhidrosis didapati pada 1 diantara 25 pada ras Kaukasia, tetapi di Asia insidensnya 1 di antara 5.
Etiologi dan klasifikasi
Etiologi atau penyebab hyperhidrosis dapat dibagi 2 yaitu primary hyperhidrosis dan secondary hyperhidrosis.
1. Primary hyperhidrosis (essential hyperhidrosis),
Penyebab dari hyperhidrosisnya tidak diketahui dengan jelas. Kelainan ini lebih sering ditemukan dari pada secondary hyperhidrosis yang penyebabnya jelas diketahui.
Manifestasi dari hyperhidrosis primer sering pada satu atau beberapa lokasi seperti tangan, kaki atau ketiak serta kombinasi dari lokasi tersebut. Timbulnya kelainan ini dari masa anak-anak atau sewaktu dewasa dan akan menetap selama hidupnya.
keadaan nervous ( gugup ) dan anxiety ( cemas ) akan memacu dan memperberat pengeluaran keringat, akan tetapi kelainan psikologik dan penyakit jiwa jarang merupakan penyebab dari hyperhidrosis.
2. Secondary hyperhidrosis, di sini hyperhydrosis merupakan bagian dari suatu penyakit tertentu.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pengeluaran keringat yang berlebihan. Ini terjadi pada seluruh tubuh.
Hyperthyroidism ( penyakit kelenjar gondok, dimana fungsi kelenjar tiroid jadi berlebihan).
Pengobatan hormon untuk kanker prostat atau keganasan lain. Anxiety berat. Obesity (berat badan yang sangat berlebihan). Menopause (usia dimana menstruasi sudah tidak datang lagi). Hypoglycemia (kadar gula darah yang rendah). Tuberculosis. Exercise (latihan) berat.
Manifestasi Hyperhidrosis Primer.
1. Facial hyperhidrosis : pada keadaan ini keringat bercucuran dari dahi dan wajah, terutama pada kondisi stress dan membuat penderita gugup dan tidak nyaman.
2. Palmar hyperhidrosis : keringat berlebihan pada tangan sejauh ini merupakan kondisi yang paling sulit, karena tangan merupakan bagian tubuh yang paling sering berhubungan dengan kegiatan sosial maupun profesional dari seseorang.
Banyak individu yang menjadi terbatas dalam memilih profesi akibat dari keadaan ini. Tingkat dari pengeluaran keringat bervariasi dari berkeringat sedang sampai berat (bercucuran).
Penderita mengeluhkan selain basah, juga rasa dingin pada tangannya.
3. Axillary hyperhidrosis : keringat yang berlebihan dari ketiak sedikit banyak akan menimbulkan rasa malu karena akan membekas pada pakaian / baju yang kita kenakan.
Hyperhidrosis yang lebih jarang : terjadi hanya di tubuh atau paha saja.
Banyak penderita hyperhidrosis dengan manifestasi kombinasi dari yang tersebut di atas, keringat berlebihan dapat bermanifestasi secara tiba-tiba dan menjadi lebih menetap. Hyperhidrosis bisa dicetuskan oleh suhu udara luar yang tinggi dan rangsang emosional. Pada umumnya hyperhidrosis akan memberat pada musim panas dan akan berkurang sewaktu musim dingin.
Pengobatan
Pada penderita hyperhidrosis sekunder, pengobatan pertama ditujukan kepada penyakit yang menjadi latar belakangnya.
Penderita yang mendapat pengobatan hormonal untuk kanker prostat, bilamana terjadi serangan pengeluaran keringat yang berlebihan dapat dikurangi dengan pemberian anti hormon (antiestrogens).
Bagi penderita hyperhidrosis primer dan untuk pengobatan simptomatik (pengobatan untuk mengurangi gejala penyakit) hyperhidrosis sekunder yang berat, metode berikut ini dapat dilakukan :
1. Antiperspirants (anti pengeluaran keringat), direkomendasikan sebagai tindakan pertama yang bisa dilakukan pada penderita hyperhidrosis.
Obat yang efektif adalah alluminium chloride (20-25%) didalam alcohol (70-90%) dipakai 2-3 kali perminggu disore hari.
Pada umumnya pengobatan ini hasilnya cukup baik pada penderita hyperhidrosis ringan dan sedang.
2. Lontophoresis, metode ini dipakai apabila hasil pengobatan dengan menggunakan antiperspirants kurang berhasil.
Dengan memakai arus listrik berintensitas rendah (15-18 mA) dengan sumber generator dihubungkan ketelapak tangan dan atau kaki. Prosedur ini dikerjakan secara teratur selama 20 menit, beberapa kali seminggu dan secara bertahap selang antara pengobatan diperpanjang menjadi 1-2 minggu.
Hasil dari metode ini bervariasi dari yang menyatakan puas, sampai yang mengeluh waktu yang diperlukan terlalu lama dan lebih mahal.
Tetapi metode ini juga mempunyai keterbatasan, oleh karena sulit dikerjakan untuk daerah ketiak, wajah, tubuh serta paha.
Obat-obatan, sejauh ini tidak ada obat yang spesifik dapat melawan pengeluaran keringat yang berlebihan.
3. Obat psikotropik (obat penenang) dan antikolinergik (obat yang berefek menghambat asetilkolin) sering dicoba, akan tetapi timbul efek samping (seperti mulut kering dan gangguan penglihatan) sebelum hasil yang diharapkan tercapai.
4. Botox, pemakaian injeksi botox dilaporkan dalam penanganan hyperhidrosis, terutama jenis axillary hyperhidrosis dan bertahan selama 6-12 bulan tergantung dosis yang digunakan (0,5-1,0 unit/cm2).
5. Pembedahan
Penderita dengan hyperhidrosis dapat memilih tindakan pembedahan bila dengan obat-obatan tidak bisa mengatasi hyperhidrosisnya. Tindakan bedah merupakan pilihan yang permanen dan hasilnya memuaskan.
Saat ini pilihan tindakan bedah yang mutakhir adalah Needlescopic Thoracic Sympathectomy, dimana untuk palmar hyperhidrosis dengan hanya membuat lubang insisi kecil (2-3 mm) didaerah ketiak operasi bisa dilakukan dan hanya menyisakan bekas yang tidak akan terlihat dalam 6 bulan. ( Dr.Djoko Merdikoputro Sp.PD-11)